Cerita Korban Pinjol, yang di Kejar Oleh Debt Collector Sampai ke Kerabat Dekat

Cerita Korban Pinjol

Cerita Korban Pinjol – Anggap saja Nama saya Ngenes, Sudah 2 minggu saya tidak membayar uang Pinjol dari salah satu jasa Pinjol yang berada di jakarta.

Cerita Korban Pinjol

Ngenes adalah salah satu karyawan di Prusahaan pemasok Daging, Ngenes yang diketahui pernah meminjam Pinjol di salah satu perusaahan yang tidak jelas, ia mengatakan sudah tidak membayar lebih dari 2 mingu lamanya, dan selalu didatangi oleh orang-orang debt Collektor berbeda-beda, hingga saat itu Ngenes juga sampai kurang tidur dan di hantui oleh orang-orang yang bertampang preman untuk menagih utang seperti binatang.

Debt Collector juga mengirimkan berbagai pesan yang berisi hinaan dan cacian seperti, Maling, perampok, kenyang makan uang orang, sampai Penipu. Dan debt juga menggunakan foto dirinya semena-mena, serta keluarganya di hina lewat pesan blast. Tidak hanya itu ia mengirimkan semua di semua kerabat Ngenes dan teman kantorpun sampai mendapatkan pesan yang tidak enak di dengar.

Dari kejadian ini Ngenes sampai terkena gangguan Mental akibat tekanan dan data pribadinya tersebar dan di ancam diperdagangkan.

Ngenes yang tidak mampuh menahan rasa malu di kantornya pun ia akhirnya menggundurkan diri dari perusahaan tersebut, ia memberikan alasan dikarenakan sudah tidak focus dalam bekerja, maka dari itu ia mengundurkan diri dari perusahan pemasok daging.

ia juga mengaku tidak ingin melibatkan teman mitranya dengan urusan pribadinya. Semua musibah ia tanggu sendiri meski ini sebenarnya bukan tanggung jawab ia dari awal.

Awalnya Ngenes peminjamkan uang untuk seorang teman yang sudah ia percaya mampuh membayar utang pinjol tersebut. Jelang lebaran ia memutuskan membantu temannya yang sedang kesusahan uang untuk lebaran nanti, ia pikir temnya itu bisa melunasi cicilan yang sudah menjadi kewajiban dalam proses pinjam uang (pinjol).

Awalnya ia membantu teman untuk di cairkan 2,5 juta, di awal bulan cicilan yang ia bayar berjalan lancar tidak ada hambatan sedikitpun, akan tetapi pemerintah Indonesia memberlakukan PPKM pada bulan juli lalu, dan semua sektor perdagangan dan usah UKM menjadi terhenti dan tidak mendapatkan untung sama sekali, yang ada mengalami kerugian dari menyewa dan membayar listrik.

Berhentinya pemasukan pendapatan selama 2 minggu membuat Arif (teman Ngenes), tidak dapat membayar cicilan tersebut dan berakhir tenggakan dan dikenakan sanggi denda yang a mat besar.

Ia memutar otak untuk menyelamatkan usaha UKM nya dari kebangkrutan dan akhirnya ia memutuskan untuk meminjam kembali uang kepada pinjol menjadi 5 juta. Dalam kondisi seperti ini Arif yang merasa kepalang tanggu untuk meminjam dan tidak mau usahanya tutup, ia merasa yakin bisa membalikan utang tersebut. Akan tetapi kondisi membuat Arif mendapatkan masalahyang lebih besar.

Sementara itu Ngenes selalu di telpon oleh pihak Debt Collector yang menanyakan pembayaran cicilan selanjutnya, Ngenes yang berjanji kepada debt akan membayar tar-sok-tar-sok. sejak saat itu nomer Arif sangat susah untuk di hubungi oleh Ngenes.

Dari sini lah awal mulanya Ngenes menjadi inceran debt collektor yang kejam menagih hutang seperti layaknya binatang.