Nyoman Adhi Suryadnyana Terpilih Jadi Anggota BPK dari hasil Voting DPR

Nyoman Terpilih menjadi Anggota BPK

Nyoman Terpilih menjadi Anggota BPK – Kepastian Nyoman Adhi Suryadnyana menjadi anggota BPK dari hasil Voting yang di lakukan oleh seluruh anggota DPR tadi malam (9/9/2021).

Nyoman Terpilih menjadi Anggota BPK

Dari hasil yang di lakukan komisi XI DPR menyelesaikan uji kelayakan dan kepatutan atau fit dan proper test kedua calon diadakan pada pekan ini.

Saat uji kepatutan dan kelayakan anggota BPKm Nyoman sebenarnya sudah menjadi perhatian. Bedasarkan dokumen yang di terima oleh pihak DPR, Nyoman Adhi Suryadnyana adalah anggota yang sangat berkopeten dalam salah dua orang calon anggota BPK yang tidak memenuhi syarat formil menadi anggota BPK.

Salah satunya adalah riwayat hidup dan histori jejak karir Nyoman Adhi Suryadnyana. “saya telah membaca tapi tidak menemukan CV bapak didalam paparan ini, jadi kita bertanya-tanya bapak itu dari mana.” Kata Nurhayanti ke nyoman.

Menurutnya CV adalah hak yang paling terpenting dalam jejak karir dan pengalaman kerja yang harus kita ketahui, hal ini juga menjadi sejalan dengan pasal 13 huruf J dengan undang-undang nomer 15tahun 2006 tentang BPK.

Anggota BPK yang diketahui harus memiliki jejak karir minimal 2 tahun meninggalkan jabatan sebagai jabatan dilingkungan pengelola keuangan negara. Dengan tidak adanya CV, maka Nuryanti menganggapnyoman telah melanggar ketentuan tersebut yang akan menjadi anggota BPK.

Karena masalah ini, Anggota Komisi XI DPR fraksi PPP Nuryanti sempat mencecer pertanyaan kepadanya. Ia memberikan sejumlah pertanyaa terkait perlengkapan syarat pendaftaran keanggotaan kepada Nyoman Adhi Suryadnyana yang ingin menjadi anggota BPK.

Komisi yang sudah memeriksa data Nyoman yang sangat tidak jelas dan mengapa bisa terpilih menjadi salah satu anggota BPK, ini sangat tidak jelas dan menjadi kendala tuntunya bagi anggota lainya yang beradai di BPK nantinya.

Nurhayati juga sempat mencari Riwayat Hidup atas nama Nyoman Adhi Suryadnyana yang akan terpilih menjadi calon anggota BPK akan tetapi Nurhayanti tidak menemukan berkas Nyoman didalam canton anggota BPK yang akan terpilih nantinya, Hal ini menjadikan suatu tanda tanya besar kenapa bisa CV nyoman yang sudah terpilih akan tetapi tidak ada data riwayat hidup Nyoman. Ungkap ia saat di wawancarai media masa Indonesia.