Mendukung Pemulihan Ekonomi Pariwisata

Pemerintah Sokong Rp 7,6 Triliun Untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Pariwisata

Mendukung Pemulihan Ekonomi Pariwisata – Pemerintah Indonesia telah memberikan dana sebesar Rp 7,67 triliun guna untuk mendukung pemulihan ekonomi di sektor pariwisata. Dana itu guna untuk digunakan sebagai pembangunan eco pariwisata dan pelatihan SDM pariwisata.

Mendukung Pemulihan Ekonomi Pariwisata

Selain itu pemerintah juga memberikan dukungan dalam beberapa program, Diantaranya program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Servitikat CHSE, dukungan kegiatan perfilman Indonesia, akomodasi hotel dan untuk tenaga kerja kesehatan juga perlindungan sosial untuk wisatawan.

Dana yang diberikan RP 7,6 triliun adalah angka yang sangat besar artinya pemerintah benar-benar akan menjalankan dan memberikan peraturan bagi wisatawan yang hendak datang ke Indonesia, ini juga akan bisa memulihkan ekonomi yang berada di Indoensia.

Tidak hanya Pariwisata yang mendapatkan anggaran dari pemerintah setempat, Dalam sektor kesehatan yang sudah kita ketahui dalam menghentikan penyebaran Covid-19 yang berada di Indonesia, Pemerintah juga sudah memberikan anggaran sampai ratusan milyar.

Dalam membangun kembali keuangan dan ekonomi yang baik, Indonesia sudah memberikan yang terbaik bagi semua warga yang tersebar di belahan wilayah Indonesia.

Sementara itu tempat wisata pulau dewata juga sudah direncanakan akan membukan untuk wisata asing dalam beberapa hari kedepan. Kebijakan ini juga sudah dibicarakan atar petinggi daerah di bali, hal ini akan mendobrak wisatawan asing yang sudah tidak sabar untuk berpergian ke Indonesia dan menikmati pemandangan yang sangat Indah.

Menteri koordinator bidang perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan, realisasi dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) kesehatan baru mencapai Rp 100,52 triliun. Realisasinya setara dengan 46,8 persen dari pagu sebesar Rp 214,96 triliun di tahun 2021.

“kami sudah sampaikan terkait dengan program pemulihan ekonomi dan penanganan covid-19 dari pagu kesehatan yang rp 214,96 triliun realisasi Rp 100.52 triliun atau 46 persen kata mengko.

Sementara itu untuk perlindungan sosial dari pagi Rp 186,64 triliun sealisasinya sudah mencapai 62.2 persen atau Rp 116.02, dukungan UMKN dan koperasi dari pagu Rp 162.4 triliun realisasinya 42.1 persen atau setara dengan Rp 68.38 triliun.