Total utang Negara Indonesia Bertambah di Era Jokowi Mencapai Rp 6.625,43 Triliun

Total utang Negara Indonesia

Total utang Negara Indonesia  РTotal utang Negara Indonesia Bertambah di Era Jokowi Mencapai Rp 6.625,43 Triliun.

Total utang Negara Indonesia
Semenjak Jokowi menjabat sebagai Presiden Indonesia, utang negara bertambah setiap tahunnya, Kabar terbaru utang pemerintah Indonesia sudah mencapai menjadi Rp 6.625,43 triliun Rupiah kepada semua sektor di berbagai negara didunia.

Dikutip dari laman APBN kita september 2021 yang dirilis kementrian keuangan rabu (29/9/2021). Utang pemerintah per Agustus 2021 tersebut naik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, dimana utang per juli 2021 sebesar Rp 6.570,17 triliun.

Dengan kata lain, dalam sebulan presiden jokowi sudah menambah utang negara sebanyak Rp 55 triliun. Disisi lain kenaikan rasio utang pemerintah juga berdampak pada produk domestik bruto (PDB).

Pada juli 2021, rasio utang pemerintah terhadap PDB tercatat sebesar 40,51 persen. Sementara di Agustus 2021, rasionya sudah naik menjadi 40.85 persen.

Dari total utang sebanyak Rp 6.625,43 triliun tersebut jokowi masih tergolong presiden yang memiliki utang kecil dari presiden-presiden sebelumnya yang membuat utang negara membekkan, Jokowi yang diketahu memiliki kerja keras dan hasil yang terlihat.

Selain penerbitan surat utang negara, pemerintah juga menarik pinjaman sebesar Rp 833,04 triliun. Rincian yakin pinjaman luar negeri sebesar Rp 820,4 triliun dan sisanya pinjaman dalam negeri Rp 12,64 triliun.

Mentri sri Mulyani menegaskan utang bukanlah suatu yang harus di takuti, melaikan harus didudukan sebagai instrumen kebijakan yang tetap dikelola dengan baik oleh pemerintah Indonesia dan juga harus berhati-hati untuk mengelola keuangan negara yang terpenting harus memiliki tanggung jawab yang sangat besar.

Maka dari itu Sri Mulyani meminta jajarannya agar bisa mengedukasi masyarakat dan menjelaskan fungsi dari utang Indonesia yang sudah di kerjakan oleh presiden jokowi agar masyarakat Indonesia tidak salah paham untuk menanggapi masalah utang indonesia.

Direktur Center of Economi and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira mengatakan sebaliknya, Rasio utang di Bulan Agustus sudah memasukin peringatan untuk pemerintah. “posisi utang Indonesia sudah lampu merah , bukan tidak mungkin rasio utang pada PDB bisa meningkat ke depannya. Bahkan kekawatirannya bisa naik hingga lebih dari batas 60 persenPDB.” Ungkap Bhima.